Kita tuh, ya…
Kalau lagi jatuh cinta sama manusia, bisa tiba-tiba berubah. Yang biasanya bangun jam 9, jadi subuh-subuh udah melek, cuma buat bilang “pagi, semangat ya.” ☕
Yang biasanya hemat kuota, tiba-tiba boros demi video call-an tengah malam.
Yang biasanya cuek, jadi sok perhatian: “Kamu udah makan belum?” 🤭
Luar biasa ya… cinta bisa bikin orang berubah.
Tapi, yuk kita tanya diri kita sendiri:
“Aku cinta Allah nggak, sih?”
Kalau Katanya Cinta…
Katanya sih, cinta Allah. Tapi…
📱 Bangun tidur, buka HP dulu, bukan dzikir.
😪 Dengar adzan, malah bilang “5 menit lagi, ya Allah.”
📅 Ada kajian, bilangnya “ntar aja nonton rekamannya,” eh sampai kiamat nggak ditonton juga.
🕌 Disuruh taat, jawabnya “belum siap.” Tapi kalau disuruh healing, langsung siap 2 menit!
Lah… ini cinta atau cuma basa-basi?
Yuk, Bercermin
Cinta itu dibuktikan. Nggak cukup cuma bilang “aku cinta Allah.”
Kalau cinta Allah beneran:
- Kita bakal pengen deket sama-Nya.
Shalat bukan beban, tapi kesempatan ngobrol sama yang kita cintai. - Kita bakal pengen baca surat cinta-Nya.
Al-Qur’an itu bukan buat dilombakan aja, tapi dibaca karena rindu. - Kita bakal takut kehilangan ridha-Nya.
Dosa bukan lagi perkara kecil. Karena kita takut ngecewain Dia.
Endingnya Gimana?
Sederhana:
Kalau kamu pengen dicintai Allah, maka cintailah Dia duluan.
Kalau kamu pengen dikejar berkah-Nya, maka kejarlah ridha-Nya.
Jangan berharap “happy ending” kalau hidup ini cuma diisi cinta ke hal-hal yang fana.
Ingat ya…
Kalau cinta manusia bisa bikin kamu berubah, apalagi cinta Allah.
Dan cinta Allah?
Nggak cuma bikin kamu bahagia di dunia, tapi juga selamat di akhirat.